PASCASARJANA

| Excellent, Islamic, Civilized

Tips Melatih Menulis Pada Anak di Usia Dini

Print Friendly, PDF & Email

Anak usia dini berada pada masa keemasan (golden age). Pada masa itu mereka memiliki daya rekam yang sangat kuat terhadap berbagai pengalaman yang didapatnya. Hal itu menjadikan aktivitas pendidikan akan sangat efektif jika diberikan kepada anak sejak dini. Salah satu aktivitas pendidikan yang bisa diberikan oleh orang tua bagi anak usia dini adalah kegiatan menulis.

Ada tiga aspek perkembangan yang terlibat dan saling berinteraksi dalam kegiatan menulis, yaitu aspek bahasa, kognitif, dan motorik halus. Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dimiliki oleh anak untuk mengekspresikan pemikirannya. Jadi ketika menulis, anak juga melakukan aktivitas berpikir. Anak menulis dengan cara memegang alat tulis kemudian menggoreskannya di atas kertas dengan cara menggerakkan pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan telapak tangannya. Gerakkan tersebut merupakan gerak motorik halus.

Tentu melatih anak usia dini untuk menulis membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Berbeda ketika kita melatih menulis pada anak usia SD. Terlebih lagi tidak semua orang tua mampu melatih anaknya untuk menulis dengan optimal baik karena faktor kesibukan maupun karena faktor kemampuannya dalam mendidik anak. Ada lima langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk melatih menulis pada anak usia empat tahun.

Pertama, mengenalkan alat tulis dan buku tulis. Orang tua dapat mengenalkan alat tulis dan buku tulis dengan cara memberikan alat tulis dan buku tulis pada anak. Agar dapat menarik perhatian anak, orang tua dapat memberikan alat tulis dengan warna-warni maupun gambar yang disukai anak. Orang tua juga dapat memberikan alat tulis yang sekaligus dapat berfungsi sebagai mainan seperti bisa berfungsi sebagai senter, sebagai tongkat peri, dan lainnya. Buku tulis yang diberikan kepada anak juga buku tulis yang bergambar menarik untuk menarik perhatian anak, misalnya buku yang bergambar Frozen. Ketika anak sudah mengenal alat tulis dan buku tulis maka orang tua dapat dengan mudah mengenalkan kepada anak tentang fungsi alat tulis dan buku tulis. Dari sinilah nanti akan muncul rasa ingin tahu pada diri anak tentang kegiatan menulis.

Kedua, melatih anak membuat garis lurus dan garis lengkung. Pengenalan tentang fungsi alat tulis dan buku tulis pada anak dilakukan secara langsung, yaitu dengan menunjukkan bagaimana menggunakan alat tulis dan buku tulis pada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menunjukkan anak bagaimana membuat garis lurus dan garis lengkung. Selanjutnya orang tua melatih anak untuk membuat garis lurus dan garis lengkung sendiri. Pada kegiatan ini biasanya yang dibuat oleh anak adalah coretan-coretan, bukannya garis lurus maupun garis lengkung. Biarkan saja anak membuat coretan-coteran tersebut hingga lama-kelamaan coretan-coretan itu akan memiliki pola. Coretan akan terlihat berpola ketika anak menggoreskan alat tulis sambil berpikir. Dua hal yang harus ditekankan pada proses ini adalah kemampuan anak dalam memegang alat tulis dan pola coretannya.

Ketiga, melatih anak menulis satu huruf. Ketika anak sudah mampu menggunakan pikirannya saat menggoreskan alat tulis pada buku tulis, maka pada saat itu pula orang tua dapat mengajarkan kepada anak untuk menulis satu huruf, dari huruf yang termudah seperti I, H, A, N, O dan U. Huruf yang ditulis adalah huruf besar karena huruf besar memiliki tingkat kerumitan yang rendah jika dibandingkan dengan huruf kecil.

Keempat, melatih anak menuliskan namanya dan nama-nama anggota keluarganya. Setelah anak terampil menuliskan huruf-huruf, langkah selanjutnya adalah melatih anak untuk menulis namanya dan nama-nama anggota keluarganya dengan menggunakan huruf besar. Orang tua menulis nama anak dan nama-nama anggota keluarganya kemudian menuntun anak untuk menuliskannya.

Kelima, melatih anak menulis tulisan-tulisan yang ada di sekitarnya. Langkah terakhir yang dilakukan adalah melatih anak menulis tulisan-tulisan yang ada di sekitarnya, seperti tulisan pada bungkus kue, tulisan pada televisi, tulisan pada kalender, tulisan pada baju yang dipakainya dan dipakai orang lain, dan lainnya. Hal ini dapat memudahkan anak untuk menulis karena anak masih menulis dengan cara meniru suatu tulisan.

Sebagai suatu proses latihan, maka kelima langkah di atas harus dilakukan secara berkelanjutan pada waktu-waktu yang pas. Misalnya pada waktu anak bersenda gurau dengan orang tua. Orang tua mengajak anak untuk belajar menulis sambil bersenda gurau dan bermain-main. Ini karena pada dasarnya anak usia dini belajar dengan cara bermain.(Novan A)

Updated: July 11, 2018 — 8:40 am
Pascasarjana IAIN Purwokerto © 2017