Pelantikan Pejabat Akademik masa bakti 2019-2023

Print Friendly, PDF & Email

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang berdiri dan dalam ruanganRektor IAIN Purwokerto Moh. Roqib melantik 12 Pejabat Akademik yang terdiri dari Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan masa bhakti 2019-2023 di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto, Selasa (23/4/2019). Selain pejabat Wakil Rektor, dekan dan direktur, Rektor juga melantik dua kepala lembaga dan satu kepala Satuan Pengawas Internal untuk masa bhakti yang sama. Acara pelantikan pejabat baru dihadiri dosen, tenaga kependidikan, kabag, dan kasubag yang ada di lingkungan IAIN Purwokerto. Turut pula hadir para pejabat lama yang habis masa.

Para pejabat baru yang dilantik adalah Fauzi sebagai Wakil Rektor 1, Ridwan sebagai Wakil Rektor 2, Sulkhan Chakim sebagai Wakil Rektor 3, Sunhaji sebagai Direktur Pascasarjana, Abdul Basit sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDAK), Suwito sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Jamal Abdul Aziz sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Supani sebagai Dekan Fakultas Syariah (FSYA), Naqiyah sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH), Sunhaji sebagai Direktur Pascasarjana, Rohmad sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ansori sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Munjin sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI).

Sunhaji yang sebelumnya menjabat Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam dilantik menggantikan Abdul Basit sebagai Direktur Pascasarjana sedangkan Abdul Basit dilantik sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDAK).

Dalam amanatnya, Roqib menyampaikan bahwa proses penempatan pejabat baru berjalan lancar. Selain itu, Ia menamakan kabinet ini dengan nama kabinet kerja yang bertindak sesuai dengan peraturan dan amanah perundang-undangan. Roqib menyampaikan bahwa “Jabatan adalah amanah untuk dijadikan ladang beramal, jabatan menjadi tidak bermakna jika hanya sekedar hiasan, untuk itu luruskan niat yang baik agar menjadi bermakna dan bermanfaat bagi orang lain, khususnya IAIN Purwokerto.”

Roqib berharap para pejabat baru terlantik agar segera “ngangsu kawruh” kepada pejabat sebelumnya agar berkesinambungan. Selain itu belajar dengan pejabat yang digantikan, pejabat baru diharapkan untuk berkoordinasi terutama terkait dengan DIPA. “Meski anggaran terbatas, DIPA hendaknya dijadikan modal awal pengembangan, tidak berarti jika tidak ada dalam DIPA tidak ada kerjaan, di sinilah dituntut inovasi, “jelasnya.

“Kritik dan masukan perlu untuk memperbaiki apa yang dianggap baik, jika secara formal bagus maka substansinya juga harus bagus.” tambahnya. Diakhir amanatnya, Rektor Roqib kembali menyampaikan misinya untuk mengembangkan dan meneliti budaya lokal Banyumas Raya serta mengembangkan dan meneliti budaya Nusantara Raya di kawasan Asia Tenggara.

Updated: April 24, 2019 — 8:29 am