Berkarya Harus Bisa Mendunia

Print Friendly, PDF & Email

MENJADI anak muda adalah berkah tersendiri. Dalam dirinya membawa banyak kelebihan jika dibandingkan dengan rentang usia yang lain. Maka, wajarlah jika harapan dan mimpi-mimpi tentang masa depan lebih tertuju sekaligus diharapkan bisa diwujudkan dari generasi ini. Pemahaman seperti itu juga mengilhami Tegar Roli Anugrafianto (26), lulusan Magister Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Purwokerto ini.

“Saya merasa senang ketika melihat generasi milenial mau dan mampu mengisi kemerdekaan, apalagi kalau bisa membuat karya yang menjadikan perhatian dunia,” katanya, kemarin.

Pria kelahiran 24 April 1992 ini mengaku merasa bangga saat dirinya bisa berkiprah dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan kontek zaman sekarang. Baginya, menjadi bagian dari generasi melenial harus mampu memujudkan mimpi-mimpi masa depan dengan penuh gairah, hebat dan bermartabat serta penuh dengan kreativitas.

“Ibaratnya, jika diasah dan dikelola dengan baik, anak muda itu bagaikan busur panah siap melesat menembus sasaran paling tengah,” kata lulusan Magister Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Purwokerto ini.

Menurut warga Perumahan Gang Satria 2 Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara ini, setiap manusia atau generasi memiliki masanya, dan setiap massa ada manusia yang berperan di dalamnya. Artinya, sebagai generasi hari ini harus mampu berbuat sesuatu yang beda dari biasanya. Ini supaya mampu bersaing dengan seluruh dunia dan tentunya dengan penuh sportivitas.

Dia menyadari tantangan anak muda saat ini tidak hanya datang dari bangsa sendiri. Di era teknologi dan serba digital, persaingan terjadi dengan anak muda seluruh dunia. Harus ada keunggulan dan nilai lebih. Ibaratnya, kata dia, harus bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. “Saat mereka masih tidur, kita sudah bangun.

Saat mereka baru bangun, kita sudah bekerja. Saat mereka baru bekerja, kita sudah sukses. Dan saat mereka baru sukses. Kita sudah menyukseskan orang lain, katanya menggambarkan. Kegigihan Tegar untuk mengasah bakat dan potensi yang dimiliki sudah dilewati dalam berbagai pengalaman organisasi dan kerja, kendati usianya relatif masih muda. Sejak lulus S1, tahun 2015 dari IAIN Purwokerto, dia pernah magang di Humas Pemkab Banyumas. Selain itu, juga pernah menjadi jurnalis di media cetak lokal dan media televisi lokal.

Selain itu, juga pernah menjadi sukarelawan di Lazisme (menjadi sopir ambulans hingga memandikan jenazah). Bahkan, selama menjadi mahasiswa, dia juga mengisi aktivitas dengan masuk pesantren mahasiswa, di Purwokerto.

Untuk organisasi, kini dia aktif di Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Banyumas. “Karena generasi emas dari sepanjang umur kita menjadi umat manusia, ya saat kita usia muda. Sebisa mungkin harus bisa kita maksimalkan untuk karya yang lebih besar. Kalau bisa ya yang mendunia,” harapnya. (AW-37)

Updated: September 28, 2018 — 11:37 am