PASCASARJANA

| Excellent, Islamic, Civilized

Muflihin, Menguji Mahasiswa Pattani

Print Friendly, PDF & Email

SUASANA kota dan desa-desa di kampung dengan mayoritas warga muslim di Pattani, Thailand Selatan tidak jauh beda dengan suasana kota dan desa di Jawa. Bedanya satu, orang muslim Pattani lebih tertib di jalan raya. Itu yang saya lihat dan rasakan sendiri di sana, kata Dr. Muh Hizbul Muflihin M. Pd, dosen dan Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Purwokerto, belum lama ini.

Muflihin sering berkunjung ke Thailand Selatan. Dia ke kota itu untuk menjadi penguji Program S2 di Perguruan Islam di Al Jami’ah Syeh Daud Alfatani(JISDA) di Pataya. Perguruan JISDA memang menjalin kerja sama dengan IAIN Purwokerto dalam bidang pendidikan. Tiap tahun mahasiswa IAIN melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di Pattani Salah satu yang diuji yaitu Tuandin Hanimaeng, dia menjabat sebagai Ketua I JISDA Bidang Kurikulum.

Dia menulis tesis dengan dengan judul Kepemimpinan Rektor JISDA, Study Desktiptif tentang Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi JISDA. Sidang dipimpin oleh Dr. Abdul Basith M. Ag dengan anggota Prof. Dr. Sunhaji, M. Ag dan Dr. Subur M. Ag.

Dalam paparan hasil penelitiannya Tuandin Hanimaeng menyatakan bahwa keberhasilan Rektor JISDA dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi JISDA disebabkan adanya penerapan pendekatan kepemimpinan bisa secara fungsional mutualisme simbiotik. Hasil sidang yang bersangkutan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Kesan yang diperoleh Muflihin, ternyata kehidupan warga Thailand yang beragama Islam ditengah masyarakat tampak sangat religius. Bahkan bisa dikatakan mirip dengan kehidupan masarakat di Makkah, contoh dalam hal berpakaian dan makanan sehari-hari. Orang Pattani senang mengkonsumsi kebab dan nasi bukhori.

”Saat sholat tiba masjid yang isi banyak, dan parkir di jalan raya amat tertib. Ini yang perlu kita contoh dari mereka,”ujarnya. Kebiasaan orang Pattani, katanya, tidak jauh beda dengan orang Jawa. Mereka juga mengenal nasi kuning, dan nasi rawan.

Makanan kecil di Thailand di antaranya keripik ikan tengiri. Orang Thailand juga mengenal gorengan, yang dikonsumsi pagi, sore atau malam. Bedanya mereka minum teh hijau kental diselingi makanan ringannya kentang goreng. Muflihin ke Thailand Selatan dari Jakarta menggunakan pesawat turun di Kualalumpur, kemudian melanjutkan dengan perjalanan darat ke Pattani.

”Saya biasanya naik oplet semacam mikrolet, melelahkan sekali,”ujarnya. Namun yang dia sukai, warga Pattani ramah, tertib, baik, dan suka kebersihan lingkungan. Tanaman dan pepohonan dan suasana kampung dan rumahnya juga mirip rumah orang kampung di Jawa. Rapi dan bersih.”Seperti di kampung sendiri,”jelasnya.

Menurut dia, ternyata banyak orang Indonesia yang mukim di daerah Thailand Selatan. Ada juga yang sudah menjadi warga setempat karena menikah dan beranak pinak di sini. ”Saya sempat bertemu dengan orang Indonesia yang menjadi pedagang, ada juga yang menjadi guru, dan ada yang jadi kiai terkenal,” katanya. (SM)

Updated: June 25, 2018 — 9:50 am
Pascasarjana IAIN Purwokerto © 2017